SUAHASIL UCAP SUMPAH DI HADAPAN KETUA MAHKAMAH AGUNG

Jakarta – Humas MA: Suahasil Nazara, S.E., MSc, PhD, mengucapkan sumpah jabatan sebagi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di hadapan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH, pada Senin, 13 Januari 2020 di gedung Mahkamah Agung, Jakarta. Suahasil menggantikan Mardiasmo yang telah habis masa jabatannya.

Di hadapan Ketua Mahkamah Agung, Suahasil yang juga menjabat sebagai Wakil Mentri Keuangan tersebut bersumpah  akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ex-officio dari Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berkenaan dengan tugas dan kewajiban.

http://103.16.79.44/cms/media/7028

Pengucapan sumpah jabatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor, 142/P Tahun 2019 tanggal 23 Desember 2019. Pelantikan ini melengkapi jajaran Anggota Dewan OJK menjadi Sembilan orang, yang terdiri dari tujuh ADK hasil panitia dan dua ADK Ex-officio Bank Indonesia.

http://103.16.79.44/cms/media/7029

Hadir pada acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama ini adalah Mentri Keuangan, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Para Ketua Kamar Mahkamah Agung, para Hakim Agung, para Pejabat OJK, para Pejabat Eselon 1 dan 2 Mahkamah Agung, dan undangan lainnya.

DELEGASI MA HADIRI OPENING OF THE LEGAL YEAR 2020 FEDERAL COURT OF MALAYSIA

Putrajaya – Humas : Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. (Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Non Yudisial) dengan beranggotakan Made Rawa Aryawan, S.H., M.Hum (Panitera Mahkamah Agung), Achmad Setyo Pudjoharsoyo, S.H., M.Hum (Sekretaris Mahkamah Agung), Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. (Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama) dan Faisal Akbaruddin Taqwa, S.H., LL.M (Hakim Yustisial / PP pada Mahkamah Agung) menghadiri undangan Pembukaan Tahun Perundangan 2020 Mahkamah Federal Malaysia (Opening of the Legal Year 2020 Federal Court of Malaysia). Kegiatan tahunan Mahkamah Federal Malaysia yang menandai kembalinya Para Hakim di Mahkamah Federal, Mahkamah Tinggi dan Mahkamah Rayuan untuk bersidang, dilaksanakan di Putrajaya International Convention Center (PICC) Malaysia pada hari Jum’at, 10 Januari 2020. Acara yang dimulai dengan jamuan pagi tersebut dihadiri pula oleh Ketua Mahkamah Agung Singapura, YM Sundaresh Menon, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. Anwar Usman, S.H., M.H, Ketua Dewan Rakyat Malaysia, Tan Sri Dato’ Mohamad Ariff  Md Yusof, serta Para Purnabhakti Ketua Mahkamah Agung Malaysia yaitu Tun Dato’ Sri Zaki Tun Azmi dan Tun Arifin Zakaria.

Dalam pidato Pembukaan Tahun Perundangan 2020, Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Yang Amat Arif Tan Sri Tengku Maimun Binti Tuan Mat menyampaikan bahwa hukum mengatur segala aspek kehidupan masyarakat karena masyarakat hidup di dalam dan diatur oleh hukum. Hukum dapat berperan ganda baik sebagai pedang maupun sebagai tameng untuk memastikan hak-hak warga masyarakat dapat terjamin. Lebih lanjut Perempuan Pertama yang menjadi Ketua Mahkamah Agung Malaysia tersebut menyampaikan bahwa dalam masyarakat plural seperti Malaysia, hukum dan keadilan memainkan peranan yang penting, dan pengadilan sebagai cabang ketiga dari Kekuasaan Negara dengan segala instrumen yang dimilikinya berperan dalam menegakkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkandung dalam Konstitusi, dan Hakimlah yang bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap keadilan melalui interpretasi-interpertasi yang diberikannya serta pelaksanaan-pelaksanaan hukum Negara sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai sebagaimana termaktub dalam konstitusi. Terkait dengan tema yang diangkat dalam Opening of the Legal Year 2020 Federal Court of Malaysia yaitu Moving Forward, Ketua MA Malaysia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga peradilan, organisasi advokat, dan Kejaksaaan/Pengacara Negara dalam mempertajam pelaksanaan reformasi peradilan yang sedang berjalan di Malaysia. Menurut Ketua MA Malaysia, tujuan dari reformasi peradilan adalah untuk melanjutkan mencapai dan meningkatkan ketaatan terhadap aturan hukum melalui penguatan independensi lembaga peradilan dan efisisensi sistem peradilan. Independensi lembaga peradilan pada hakekatnya berasal dari ide dasar bahwa publik percaya bahwa lembaga peradilan akan menghasilkan putusan-putusan yang akan ditaati oleh cabang-cabang Kekuasaan Negara lainnya serta ditaati oleh setiap orang, dan keadilan dapat dicapai tanpa kendala keuangan ataupun kendala lainnya. Dalam kerangka itulah maka integritas menjadi kunci penting dari setiap strategi untuk mempertahankan kemerdekaan kekuasaan kehakiman. Dalam kaitannya dengan peran advokat dan jaksa, Ketua MA menyampaikan bahwa kedua profesi tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan administrasi keadilan dan juga bertanggung jawab mempromosikan ketaatan terhadap hukum, olehnya kedua profesi tersebut juga harus memiliki integritas yang tinggi dalam interaksi mereka dengan lembaga peradilan dan masyarakat.

Ketua MA Malaysia dalam pidatonya juga menyinggung reformasi-reformasi peradilan yang yang telah diletakkan oleh Ketua MA pendahulunya yaitu Tan Sri Datuk Seri Panglima Richard Malanjum, yang akan dilanjutkan diantaranya reformasi pendidikan peradilan melalui pengusulan draft undang-undang ke Dewan Rakyat agar di lingkungan Mahkamah Federal Malaysia dibuat Institut Pendidikan Peradilan yang bersifat formal dan memiliki struktur yang permanen sehingga dapat memberikan pendidikan hukum berkelanjutan kepada para hakim khususnya terhadap hakim-hakim yang baru  diangkat, serta reformasi dalam proses pekara perdata melalui perubahan atas Peraturan Mahkamah Tahun 2012 yang membawa dampak yaitu terhadap putusan-putusan sela tidak dapat lagi diajukan banding karena tingginya jumlah perkara banding atas putusan sela. Selain itu, Ketua MA Malaysia juga menyampaikan digitalisasi proses upaya hukum seperti banding dan kasasi yang sepenuhnya tidak lagi menggunakan dokumen kertas sehingga dokumen yang diterima oleh pengadilan yang lebih tinggi hanyalah dokumen elektronik. Inisitaif ini telah berjalan terhadap upaya-upaya hukum di wilayah Sabah dan Serawak serta upaya hukum ke Mahkamah Federal di Putrajaya. Melalui berbagai reformasi peradilan ini, Ketua MA Malaysia berharap pihak-pihak yang terkait khususnya advokat dan Jaksa bisa merubah mindset agar bisa menjadi tandem bagi semua lembaga peradilan di Malaysia dalam menerapkan sistem yang baru demi keadilan.

Dalam acara ini juga telah diluncurkan berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh Mahkamah Federal Malaysia diantaranya e-Jamin, e-lelong, dan e-Appelate. e-Jamin adalah aplikasi untuk pembayaran uang jaminan bagi tersangka yang sedang ditahan agar bisa dikeluarkan dari tahanan dengan uang jaminan tersebut. Aplikasi ini memperbaharui sistem dimana pembayaran uang jaminan sebelumnya harus dilakukan di bank yang menimbulkan kendala khususnya pada daerah-daerah yang jauh dari akses ke bank dan kendala pada hari-hari libur bank di daerah dimana lembaga peradilan tetap beroperasi pada hari Minggu sepeti di Johor dan Kedah. e-lelong merupakan platform baru dalam aplikasi e-court yang dipergunakan untuk tender atas barang tidak bergerak yang telah disita namun saat ini terbatas untuk rumah yang telah dsita dalam perkara-perkara hutang piutang. Melalui aplikasi ini maka penawaran oleh penawar dan identitas penawar menjadi rahasia sehingga menghindarkan tekanan-tekanan dari pihak eksternal atas proses lelang dan korupsi dalam tender atas barang yang disita. e-Appelate merupakan bentuk digitalisasi atas permohonan upaya hukum sehingga pengadilan-pengadilan tingkat atas hanya menerima dokumen-dokumen elektronik dalam proses upaya hukum.

Di akhir pidatonya, Ketua MA Malaysia juga menyambut baik inisitiaf yang telah dilakanakan oleh Ketua MA pendahulunya yang akan diteruskan yaitu program My Courtroom to Classroom (MYC2C) yaitu program dimana Para Hakim dan Aparatur Peradilan mendatangi sekolah-sekolah dan mengambil satu sesi pelajaran untuk menyampaikan kepada para generasi muda di sekolah mengenai hukum, struktur peradilan, dan Konstitusi Malaysia. Inisiatif ini juga telah dikembangkan melalui model yang serupa dengan webinar dimana saat ini lembaga peradilan Malaysia sedang menjajaki kerjasama antara lembaga peradilan dengan berbagai sekolah dan institusi pendidikan lainnya yang memungkinkan hakim untuk melakukan teleconference dengan para siswa sekolah di berbagai wilayah di Malaysia. (FAT)

PEDULI KORBAN BANJIR, KETUA MA SALURKAN BANTUAN

Jakarta – Humas MA: Banjir yang melanda Jakarta dan daerah sekitarnya pada awal tahun 2020 juga berdampak pada warga peradilan. Berkaitan dengan hal itu, Ketua Mahkamah Agung yang juga merupakan pelindung Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI), Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H., menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga peradilan dan warga masyarakat umum dayang terkena dampak bajir. Pemberian bantuan diserahkan secara simbolik  pada kegiatan IKAHI Peduli Banjir di Posko PP IKAHI yang berlokasi di Pengadilan Militer Utama Jakarta pada Kamis sore, 9 Januari 2020.

Bantuan ini merupakan sumbangan dari para Pimpinan Mahkamah Agung, para Hakim Agung, warga peradilan baik dari unsur Hakim maupun ASN dari seluruh satuan kerja di bawah Mahkamah Agung. Bantuan berupa donasi dan obat-obatan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud empati IKAHI kepada masyarakat terdampak bencana banjir yang telah melanda wilayah jabodetabek, Banten dan sekitarnya yang berlangsung dari tanggal 6 s/d 10 Januari 2020. PP IKAHI sebagai organisasi profesi hakim satu-satunya di Indonesia mengambil peran sebagai bagian dari unsur masyarakat untuk menunjukkan kebersamaan, simpati antar sesama dengan mendirikan posko bantuan kesehatan. Selain bantuan sembako, Posko IKAHI juga menyediakan bantuan pemeriksaan kesehatan dan gizi serta obat-obatan kepada warga sekitar terdampak banjir yang didukung oleh Puskesmas Cakung Jakarta Timur. Bantuan diberikan kepada 392 orang yang berasal dari 27 satuan kerja yang berada di bawah Mahkamah Agung dan masyarakat umum.

Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Ketua Kamar Agama, Ketua Kamar Militer, Ketua Kamar Pembinaan, Ketua Umum IKAHI, Kepala Biro Hukum dan Humas, para pengurus IKAHI dan yang lainnya.

SEKMA MELANTIK 34 PEJABAT BARU DI MAHKAMAH AGUNG

Jakarta - Humas MA: Mengawali tahun 2020 Sekretaris Mahkamah Agung (SekMA) A.S Pudhoharsoyo melantik 34 pejabat baru di lingkungan Mahkamah Agung pada Rabu pagi, 8 Januari 2020.  34 Pejabat ini terdiri atas 18 pejabat Eselon III, 15 Pejabat Eselon IV, dan 1 Pejabat Fungsional.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan TUN, Kepala Badan Pengawasan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Panitera Mahkamah Agung, para Eselon 2 pada Mahkamah Agung dan undangan lainnya.

Pelantikan yang juga dihadiri oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman tersebut berdasarkan tiga Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung, pertama Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 1054/SEK/Kp.I/SK/XII/2019 tanggal 19 Desember 2019, kedua Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 1055/SEK/Kp.I/SK/XII/2019 tanggal 19 Desember 2019, dan ketiga Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 1069/SEK/Kp.I/SK/XII/2019 tanggal 27 Desember 2019.

Dalam sumpahnya para pejabat yang dilantik berjanji akan setia dan taat pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang–undangan. Mereka juga berjanji akan menjunjung tinggi etika jabatan dan akan bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan rasa penuh tanggung jawab. Tiga puluh empat orang tersebut juga bersumpah akan menjaga integritas serta menjaga diri dari perbuatan tercela.

Nama para pejabat Eselon III yang dilantik yaitu:

  1. Raden Roro Irene Wijayanti, S.H., sebagai Kepala Bagian Perpustakaan dan Layanan Informasi pada Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi.
  2. Dr. Andi Julia Cakrawala, S.H., M.T., M.H., sebagai Kepala Bagian Perundangan-undangan Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi
  3. Irwansyah, S.H., M.H., sebagai Kepala Bagian Bimbingan dan Monitoring pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  4. Yudi Cahyadi, S.T., sebagai Kepala Bagian Inventarisasi Kekayaan Negara pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  5. Supriyadi Gunawan, S.H., M.H., sebagai Kepala Bagian Tata Laksana Pengadaan Barang I pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  6. Zainal Arifin, S.H., M.H., sebagai Kepala Bagian Urusan Dalam pada Biro Umum Badan Urusan Administrasi
  7. Sumaryamti, S.H., M.H., sebagai Kepala Bagian Kesekretariatan Pimpinan A pada Biro Kesekretariatan Pimpinan Badan Urusan Administrasi
  8. Kamaluddin, S.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Kasasi Perdata pada Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum
  9. Novita Aprilianti Rosabita, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Peninjauan Kembali Perdata pada Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum
  10. Wiwi Widyaningsih, S.H., M.S.i, sebagai Kepala Sub Direktorat Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata Khusus Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum
  11. Mas Muhammad Ferdiansyah, SE., sebagai Kepala Sub Direktorat Data dan Evaluasi pada Direktorat Pembinaan Tenaga teknis Peradilan Agama Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  12. Hirpan Hilmi, S.T., sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana pada Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  13. Subeno Trio Leksono, S.H., M.M., sebagai Kepala Sub Direktorat Tata Kelola pada Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  14. H.A. Paridudin, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Statistik dan Dokumentasi pada Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  15. Nuraini, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan Militer pada Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Militer Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  16. Dzul Fadlli Hidayat, S.T., M.M., sebagai Kepala Verifikasi dan Tuntutan Ganti Rugi pada Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi
  17. Dyah Yulianti, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Kasasi Pidana dan Tata Usaha Militer Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  18. Ruthscheeldiaz, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Direktorat Peninjauan Kembali dan Grasi Pidana Militer Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara

Sedangkan para pejabat eselon IV yang dilantik adalah:

  1. Yutiah Hartati, S.H., M.M., sebagai Kepala Sub Bagian Penerbitan pada Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi
  2. Dewi Indriyani, S.Si., M.Si., sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro pada Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi
  3. Hamsarip Ongso, S.H.I., sebagai Kepala Sub Bagian Pelaksana Anggaran I B pada Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi
  4. Marsilah, S.H., sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  5. Sukiman, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Bagian Pengadaan Barang II pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  6. Supenianto, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Bagian Administrasi Perubahan Status Perlengkapan pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  7. Arif Setiadi, S.H., sebagai Kepala Sub Bagian Statistik dan Pelaporan pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  8. Muhammad Sam Umar Wiraharja, S.Kom., sebagai Kepala Sub Bagian Pendataan pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  9. Arif Hidayat, S.E., M.H., sebagai Kepala Sub Bagian Analisa Kebutuhan Pengadaan Barang II pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  10. Eko Prihanto, S.H., M.H., sebagai Kepala Sub Bagian Standarisasi Pengadaan Barang I pada Biro Perlengkapan Badan Urusan Administrasi
  11. Hannan Tauqiefie, S.T., sebagai Kepala Sub Bagian Mutasi Pegawai II A pada Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi
  12. Ahmad Syaiful, S.Kom., sebagai Kepala Sub Bagian Pemberhentian dan Pensiun Pegawai I A pada Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi
  13. Dhika Hafizh Pratama, S.Sos., sebagai Kepala Sub Bagian Akuntabilitas pada Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi
  14. Sufrizal Agustian, S.Kom., M.H., sebagai Kepala Sub Bagian Perlengkapan pada Sekretariat Kepaniteraan
  15. Udin Ramdan, S.H., sebagai Kepala Sub Bagian Kesekretariatan Ketua Mahkamah Agung pada Biro Kesekretariatan Pimpinan Badan Urusan Administrasi

Adapun Pejabat Fungsionalnya yaitu:

  1. R. Lucky Permana, S.H., M.H., sebagai Pustakawan Ahli Madya pada Badan Pengawasan.

Dalam sambutannya Sekretaris Mahkamah Agung berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan bimbingan dan tuntunannya. (azh/RS/photo:PN)

PN YOGYAKARTA PUNYA FASILITAS CO-WORKING SPACE, APAKAH ITU?

Yogyakarta--Humas: Berbagai cara ditempuh oleh Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya untuk mendekatkan dunia peradilan  dengan masyarakat. Selain mengembangkan inovasi-inovasi dalam model pelayanan kepada masyarakat, dunia peradilan juga mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang dinilai akan mendekatkan masyarakat dengan dunia peradilan.

Belum lama Ketua Mahkamah Agung meresmikan lima fasilitas baru di puncak tertinggi badan peradilan itu, yakni museum, command center, assessment center, lounge VVIP dan studio pembelajaran e-learning. Diantara maksud pengadaan fasilitas tersebut, menurut Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H adalah untuk mendekatkan dunia peradilan dengan masyarakat.

Lain Mahkamah Agung, lain pula Pengadilan Negeri Yogyakarta. Pengadilan yang berlokasi di Jalan Kapas No. 10 itu menyediakan fasilitas ruang publik yang dapat dipergunakan untuk bekerja oleh mereka yang berkunjung ke pengadilan tersebut. Fasilitas publik tersebut dinamai Co-Working Space, yang secara harfiah dimaknai sebagai ruang rekan kerja.

Di ruangan terletak berdekatan dengan ruang sidang tersebut terdapat beberapa meja dan kursi layaknya di sebuah café. Di sekitarnya terdapat fasilitas stopkontak untuk mengisi daya listrik ke laptop maupun telepon genggam. Di pojok kiri ruangan terdapat pajangan berbagai plakat yang diraih PN Yogyakarta terutama berkaitan dengan pencegahan korupsi dan gratifikasi. Sementara di sebelah kanannya terdapat kantin kejujuran dengan menu teh dan kopi lengkap dengan persediaan air panas, sehingga yang ingin bekerja sambil menikmati minuman hangat tinggal membeli dan menyeduhnya langsung di tempat.

Mengakomodir Kebutuhan Stakeholder

Menurut Ketua Pengadilan Negeri Yogyakarta, Budi Prasetyo, ide untuk menyediakan ruangan untuk mitra pengadilan itu berawal dari pengamatannya terhadap mereka yang datang ke pengadilan berasal dari berbagai latar belakang profesi dan tak jarang mereka memerlukan tempat untuk bekerja sembari berada di tempat tersebut. “Ada advokat, mahasiswa, peneliti, bahkan dosen,” ungkap Budi.

Selain itu, lanjut Budi, ada semacam trend di Yogyakarta, kantor-kantor menyediakan ruangan untuk mitranya bekerja sembari berkunjung. “Dan mengapa tidak jika di pengadilan kita coba kembangkan,” jelas Budi lebih jauh.

Pemikiran lain yang melatarbelakangi Budi menginisiasi kehadiran ruang tersebut adalah perkembangan peradilan yang mengarah kepada sistem peradilan elektronik. Meski satuan kerjanya telah menyediakan pojok e-court (e-court corner), ia menilai para advokat masih mungkin untuk berfikir menyelesaikan pekerjaannya terkait e-court di pengadilan. “Saya berfikir ketimbang mereka harus bolak balik ke kantor, akan lebih baik jika mereka menyelesaikannya disini,” papar mantan Hakim Yustisial Kamar Pidana tersebut.

Dengan begitu, pikir Budi, eksistensi ruangan tersebut akan menjadi fasilitas lain untuk mendukung terlaksananya sistem peradilan elektronik dengan lebih baik. “Jika e-court corner kita maksudkan untuk melayani pengguna terdaftar dan pengguna lain yang baru mendaftar, fasilitas ini justeru untuk selama proses persidangan secara elektronik,” jelasnya.

Ruangan Multifungsi

Dalam penjelasannya, Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa ruangan tersebut bukan hanya untuk bekerja para mitra pengadilan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media center dan ruang pertemuan. Bilamana terdapat perkara-perkara yang menarik perhatian publik, bagian Humas Pengadilan akan mempersiapkan press release dan memberikan keterangan pers di ruangan tersebut.

“Ini menurut kami lebih baik ketimbang para awak media mendapatkan informasi di sembarang tempat atau dari sumber-sumber yang tidak jelas,” papar Budi.

Dan jika ada mahasiswa yang melakukan penelitian atau membutuhkan penjelasan secara klasikal, ruangan tersebut dapat dimanfaatkan. “Karena Yogyakarta adalah kota pendidikan, banyak mahasiswa yang datang ke sini untuk observasi maupun penelitian,” ujar Ketua Pengadilan yang mengawali karirnya sebagai Calon Hakim di PN Jakarta Utara itu.

Bahkan, lanjut Budi, mahasiswa atau peneliti dapat menggunakan fasilitas ini untuk mengerjakan tugas-tugasnya tanpa harus membuang-buang waktu ke tempat lain.

Diapresiasi Sekretaris Mahkamah Agung

Menilik ruang tersebut saat berkunjung ke PN Yogyakarta (20/12/2019), Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo mengaku gembira dan mengapresiasi terobosan tersebut. “Ini baru pertama kali ada di pengadilan dan patut diapresiasi,” ungkap Pudjoharsoyo mengomentari.

Pudjoharsoyo menilai penyediaan fasilitas bekerja ini sebagai upaya mendekatkan pengadilan dengan masyarakat. Ia berharap dengan fasilitas ini masyarakat akan semakin terbuka melihat pengadilan, tidak hanya dari sisi menang dan kalah semata. “Namun yang lebih penting adalah bagaimana pengadilan dan aparaturnya bekerja menghasilkan putusan,” jelasnya.

Bahkan, secara khusus Pudjoharsoyo men-challenge Pengadilan Negeri Yogyakarta mengembangkan konsep pengadilan pendidikan. Selain karena Yogyakarta merupakan kota pendidikan, sejumlah rumah sakit juga telah mengidentifikasi diri sebagai rumah sakit pendidikan. “Silahkan saudara kembangkan gagasan pengadilan pendidikan ini disini,” ujarnya sembari diamini oleh Ketua Pengadilan Negeri Yogyakarta. (Humas/Mohammad Noor)

  • 1-ketua.jpg
  • 2-waka.jpg
  • 3-hakim.jpg
  • 4-hakim.jpg
  • 5-indah.jpg
  • 6-bude.jpg
  • 7-ucapan-duka.jpg
  • 8-ucapan-duka-ketua.jpg
  • 10-ucapan-selamat-indra.jpg