Login Form

Sosial Media

fb

1

 

Statistik

Hari ini
Minggu Ini
Bulan Ini
TOTAL
238
3895
3304
139740

3.65%
43.55%
3.96%
6.68%
0.07%
42.09%

Alamat IP Anda: 34.204.168.209

1Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas hakim dan aparat peradilan agama dalam permasalahan teknis yustisial, Dirjen Badilag mengadakan pembinaan dan kajian rutin dengan menghadirkan Hakim Agung dari Kamar Agama MARI sebagai narasumber.

Acara pembinaan dan kajian tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 8 Mei 2020 mulai pukul 09.00 WIB. Pembinaan dilaksanakan secara online melalui aplikasi ZOOM untuk Ketua PTA dan Ketua PA klas IA. Sedangkan untuk Hakim Tinggi dan aparatur peradilan lainnya dapat mengikuti pembinaan tersebut secara langsung melalui live streaming melalui channel  Youtube Dirjen Badilag.

2

Ketua PTA Medan, Dr. H. Abdul Hamid Pulungan, S.H., M.H. menginstruksikan kepada para Hakim Tinggi dan aparatur PTA Medan untuk mengikuti kegiatan tersebut. 

Pembinaan dibuka oleh Pak Dirjen Badilag, Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H. Pak Dirjen menyampaikan agar Program Badilag direspon dengan cepat oleh KPTA seluruh Indonesia, program tidak terhambat dengan adanya covid19. Wabah covid19 yang  melanda negeri kita tidak menurunkan semangat kita dalam meningkatkan kinerja dan melayani masyarakat pencari keadilan.

PTA harus memantau dan melakukan evaluasi atas pembangunan Zona Integritas diwilayahnya masing-masing dan mengusulkan PA yang benar-benar siap untuk dievaluasi oleh Kemenpan RB RI, lanjut Pak Dirjen. Beliau juga meminta PTA untuk memantau kinerja SIPP di wilayahnya masing-masing.

Selanjutnya Yml Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H. menyampaikan pembinaan yang isinya dapat disimpulkan antara lain :

  1. Adanya kerancuan antara Putusan Sela dan Putusan Akhir; dimana format dan redaksi putusan sela menggunakan redaksi putusan akhir, sedangkan pokok perkara belum diperiksa, seharusnya Hakim memeriksa eksepsi kompetensi terlebih dahulu, apabila eksepsi terbukti maka eksepsi dikabulkan dan putusan tersebut adalah putusan akhir. Apabila eksepsi tidak terbukti maka eksepsi ditolak dengan putusan sela.
  2. Gugatan ditolak tanpa pembuktian; terdapat gugatan waris, setelah proses jawab menjawab (gugatan, jawaban, replik dan duplik) selesai Hakim menjatuhkan putusan akhir dengan Menolak gugatan Penggugat. Seharusnya Majelis Hakim dapat membedakan antara putusan menolak dan putusan tidak dapat diterima, bagaimana bisa amar menolak sementara tahapan pemeriksaan pembuktian belum dilakukan. Apabila gugatan dinilai tidak memenuhi syarat formil seharusnya di NO, apabila ditolak pasti pemeriksaan sudah melewati proses pembuktian.
  3. Pengakuan dengan Klausula; Dalam jawaban Tergugat menyampaikan pengakuan berklausula atau dengan kwalifikasi. Beban pembuktian dibebankan kepada Tergugat untuk membuktikan klausulanya, sedangkan Penggugat tidak dibebani bukti karena dianggap sudah diakui Tergugat.

Selanjutnya beliau menyampaikan masalah sita dan eksekusi. Untuk eksekusi riil tidak perlu dilakukan sita. Tahapnya ; permohonan, aanmaning, penetapan eksekusi dan pelaksanaan eksekusi. Dan eksekusi dilaksanakan sesuai dengan bunyi amar putusan.

Sekitar pukul 10.30  acara pembinaan berakhir. (amr)

  • arie.jpg
  • buk-indah.jpg
  • duka-umi.jpg
  • fatma1.jpg
  • khoiruddin-1.jpg
  • nurhayati.jpg
  • PENSIUN-BUK-RAMLAH.jpg
  • putri.jpg
  • ucapan-duka-arie.jpg